Tips Tawar Menawar Harga Rumah

Ada seni dan trik tersendiri yang diperlukan orang saat jual beli barang. Yakni, bagaimana tawar-menawar harga. Bagi pembeli, kemampuan tawar-menawar penting agar harga yang yang harus ditawar tidak terlalu tinggi atau di atas harga yang berlaku umum. Sedangkan bagi penjual, tawar-menawar harga juga penting agar tetap mendapatkan keuntungan.


Trik tawar-menawar begitu berlaku untuk semua jenis barang, termasuk rumah, apartemen, atau unit properti yang lain. Cara ini biasanya dilakukan dalam jual-beli bangunan second, yang sudah pernah dihuni sebelumnya. Sedangkan untuk rumah atau apartemen baru pengembang atau pemilik biasanya sudah mematok harga tersendiri. Dalam hal ini pembeli biasanya juga tidak bisa melakukan penawaran.

Sebelum memutuskan untuk membeli unit rumah atau apartemen, pastikan dulu Anda cocok dengan harga yang ditawarkan pemilik atau pengembangnya. Di sinilah pentingnya proses tawar-menawar harga.

Sebelum menawar harga rumah atau apartemen tersebut, pastikan Anda mendapatkan sejumlah informasi berikut ini.

1. Perhatikan kondisi rumah atau apartemen yang akan Anda beli. Cermati apakah jika Anda memutuskan untuk membelinya, properti tersebut memerlukan renovasi atau perbaikan atau tidak.

2. Cari tahu berapa lama rumah atau apartemen tersebut sudah ditawarkan. Maksudnya, apakah waktu penawarannya sudah lama atau baru saja. Ini penting agar Anda memiliki gambaran tentang respons calon pembeli lainnya terhadap unit tersebut.

3. Carilah informasi tentang harga rumah atau apartemen yang ditawarkan tadi. Apakah sama dengan unit yang lain dengan kondisi yang sama dan di wilayah yang sama. Informasi ini berguna sebagai latar belakang Anda untuk melakukan penawaran harga. Jika penjual sudah menawarkan sejak lama, biasanya yang bersangkutan menginginkan agar rumah atau apartemen miliknya bisa segera laku terjual. Pada posisi tersebut, selaku pembeli, Anda bisa lebih menekan harga.

4. Informasi tentang alasan pemilik menjual rumah atau apartemen miliknya juga perlu Anda dapatkan. Ini bisa berasal dari tetangga dekatnya. Misalnya, apakah pemilik menjual unit rumahnya itu karena alasan yang sangat mendesak, atau sekadar untuk mendapat keuntungan karena dia telah berinvestasi dalam bentuk unit properti.

Setelah mendapatkan informasi-informasi tersebut Anda akan mendapat gambaran tentang harga standar untuk rumah atau unit apartemen yang akan Anda beli di suatu wilayah. Berbekal itu, lakukan penawaran harga kepada si pemilik. Jika dia menawarkan harga yang berada di atas harga pasaran, tawarlah harga itu sehingga mendekati atau bahkan sesuai dengan harga pasaran yang berlaku di wilayah tersebut. Tawar-menawar juga membutuhkan kejelian sekaligus kemampuan bernegosiasi.

Kebanyakan orang cenderung memikirkan harga ketika ingin membeli properti. Bahkan disaat tingkat KPR sudah menurun, para pencari rumah tetap menomorsatukan nominal harga rumah yang ditawarkan oleh si penjual. Harapan si calon pembeli, mereka bisa mengira-ngira apakah ia dapat membeli rumah tersebut atau tidak.

Menurut Pakar Perunding dan Pengelolaan Direktur Properti Pencarian dan Negosiasi Spesialis dari Mr Jonathan Haward, Anda perlu yakin dan percaya saat ini persaingan tidak hanya datang dari terbatasnya lahan dan perumahan, namun juga dari jumlah calon pembeli.

Untuk itu, Anda perlu meneliti dan memeriksa jenis rumah yang akan Anda beli. Mulai dari mengumpulkan informasi mengenai perumahan lalu negosiasi dengan penjual rumah tersebut. Dalam menampung informasi, bedakan antara kebutuhan dan selera Anda terhadap rumah idaman. Siapa tahu Anda mendapatkan rumah idaman sesuai yang Anda inginkan?

Selanjutnya, lakukan analisis pasar yang berguna untuk memudahkan Anda menawar harga. Mengetahui dan menetapkan kisaran nominal tertentu memungkinkan Anda untuk mendapatkan harga rumah yang pas dengan kantong Anda. Secara tidak langsung, hal ini akan membuat si penjual mengerti apa yang dikehendaki si pembeli. Jadi, ketika ia akan menjual rumah lainnya, penjual sudah lebih mengerti selera pasar.

Dalam bernegosiasi, hendaknya Anda mengingat bahwa Anda sebagai pembeli akan memiliki hubungan kontrak dengan penjual. Pastikan Anda berdua menggunakan akal sehat ketika membuat kontrak tersebut. Antara penjual dan pembeli kemungkinan akan berada di bawah tekanan ketika membicarakan kontrak karena banyak sekali yang akan dibicarakan didalamnya seperti soal harga, fasilitas rumah, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi keduanya untuk mengembangkan kepercayaan.

Ingin bernegosiasi dengan baik? Pelajari yang ini dulu:
1. Mendengarkan dan memahami si pemilik rumah
Tujuannya tak lain agar Anda mengerti juga alasan si pemilik rumah menjual rumahnya sehingga Anda berdua dengan mudah mengutarakan tawar-menawar harga yang tepat dan cocok.

2. Berkata Jujur
Menyampaikan apa adanya tentang rumah yang akan Anda beli. Ungkapkan yang Anda lihat dan rasakan, kalau perlu buatlah si pemilik rumah senang dan bangga pada rumahnya. Tanyakan juga alasan kenapa dia ingin menjual rumahnya, jangan sampai di kemudian hari, Anda bermasalah dengan rumah baru tersebut.

3. Tawar-menawar yang Efektif
Buatlah perhitungan yang matang terlebih dahulu atas rumah yang akan Anda beli dengan memperhatikan secara keseluruhan bangunan tersebut. Perkirakan harga yang pas untuk hunian tersebut, barulah bernegosiasi sehingga tidak perlu tawar-menawar terlalu lama.

4. Sebutkan Harga Anda
Ketika Anda menentukan akan membeli sebuah rumah, pastikan nominal uang yang dimiliki. Jika terjadi tawar menawar, berikan harga terendah dahulu. Jika si pemilik rumah meminta lebih maka lakukan tawar-menawar dengan harga yang sekiranya Anda sanggup untuk membayarnya.

5. Teliti Sebelum Membeli
Membeli rumah layaknya membeli sebuah barang. Maka jangan hanya tergiur harga murahnya saja tapi juga teliti secara keseluruhan isi rumah tersebut. Baiknya, Anda melihat dan periksa seluruh bagian rumah dan tanyakan kepada si pemilik. Dari sini Anda dan penjual bisa saling mengetahui kekurangan rumah tersebut.

6. Surat-suratnya jelas
Jika kesepatan telah terjadi antara kedua belah pihak maka tinggal Anda membuat surat perjanjian jual-belinya. Periksa satu persatu kelengkapan berkas-berkasnya. Jangan sampai ada satu kekurangan atau pun. Lalu segera lakukan keabsahan kepemilikan rumah tersebut di hadapan notaris atau kantor hukum terkait.
Sumber : dari berbagai sumber

Disclaimer --- Privacy Policy Blog Terbuka Optimal Dengan Resolution 1024 768 Pixels ---- By MASTER DIGITAL Powered By ARYANTO